Mengganti sistem pendingin bawaan(stock) ke sebuah pendingin yang lebih mumpuni sering dilakukan untuk mendapat suhu prosesor lebih rendah demi durabilitas sistem yang lebih tinggi. Pendingin seperti compact watercooling akhir-akhir ini menjadi pilihan banyak pengguna, karena selain harganya menjadi semakin murah, tipe pendingin ini memberikan suhu prosesor yang terjaga dengan tingkat kebisingan yang relatif rendah. Sekarang, kami dari Tim JagatReview akan berbagi tips untukmengoptimalkan pendingin tipe compact watercooling ini, simak pengujiannya!
Masalah utama : Radiator Kekurangan Airflow
Menurut survei kami, tipe watercooling kompak yang paling banyak digunakan adalah yang menggunakan radiator 120mm, dan menggunakan sebuah fan 1x120mm juga. Watercooling tipe ini, selain mudah dipasang ke sebagian besar casing, juga berharga terjangkau (700 ribu rupiah-an). Sayangnya, kadang satu fan 120mm ini belum berhasil melepas panas sepenuhnya dari radiator yang digunakan,terlebih bila radiator yang digunakan adalah radiator yang tebal. Mengubah satu fan pendingin ini menjadi air intake pun kadang tidak banyak membantu ketika suhu ruangan masih cukup tinggi (diatas 27 C). Lalu apa yang mesti dilakukan?
Solusinya: Tambahkan satu fan lagi!
Solusi paling mudah untuk watercooling tipe ini adalah menambah satu kipas lagi, lalu menjalankan kedua kipas itu pada modepush-pull (yang satu menghembuskan udara, yang satu menarik). Namun, ada beberapa pengguna yang melaporkan bahwa solusi ini kurang efektif dilakukan. Benarkah demikian? Mari kita uji!
Selain sebuah fan 120mm bawaan dari watercooling kami, kami akan menambah satu fan lagi (total 2 fan) untuk membantu mengoptimalkan airflow yang melewati radiator. Kipas yang akan kami uji adalah:
CoolerMaster Sickleflow 120mm
Noctua NF-F12
Spesifikasi Sistem Pengujian
Testbed yang kami gunakan saat menguji sistem ini adalah :
- Prosesor : Intel Core i5-4670K ‘Haswell’
- Motherboard : Gigabyte GA-Z87X-OC
- RAM : Kingston HyperX DDR3-1600C9 2x4GB
- VGA : Galaxy GTX 465
- SSD : Intel 40GB
- PSU : Corsair AX850W
- Casing : Corsair Carbide 400R
- Watercooling : Corsair H60
Setup Watercooling
Kami akan menguji watercooling Corsair H60 dengan 3(tiga) konfigurasi fan :
1. Fan Default (Mode Pull – menjadi exhaust dari sistem)
*Catatan : kami pernah menguji fan bawaan Corsair H60 pada mode push namun tidak mendapat hasil yang optimal, sehingga kami memilih mode pull.
2. Extra Fan CoolerMaster SickleFlow 120mm (Coolermaster pada mode push, fan bawaan corsair H60 di posisi pull)
3. Extra Fan Noctua NF-F12 (Noctua NF-F12 pada mode push, fan bawaan corsair H60 di posisi pull)
Sebagai catatan tambahan, kedua fan add-on akan berjalan pada mode full-speed-nya masing-masing.
Konfigurasi + Metode pengujian
Kami akan mengkonfigurasi sistem untuk berjalan pada 2(dua) kondisi, yakni :
1. Default ( Core i5-4670K @ 3800Mhz, 1.05V)
2. Overclocked ( Core i5-4670K @ 4200Mhz, 1.15V)
Untuk menguji keadaan load CPU, kami menggunakan software LinX 0.6.4, dan melakukan torture test selama 15 menit dengan load memory sebesar 7000MB, sedangkan dalam memonitor suhu CPU kami menggunakan software Core Temp 1.0 RC3, dan melakukan logging untuk mencatat suhu saat load, dan mengambil rata-ratanya(dari semua core) – ini akan menjadi Suhu Load. Kami juga mengukur suhu idle selama satu menit setelah sistem dibiarkan di desktop selama 5 menit. Suhu ambient ruangan saat pengujian dijaga pada 26-27 C.
Hasil Pengujian
Berikut ini hasil ujinya :
Keadaan DEFAULT
Keadaan Overclock
Kesimpulan: Ekstra Fan Membantu!
Bisa dilihat pada kedua pengujian diatas, penambahan sebuah ekstra fan pada compact watercooling kit seperti Corsair H60 sedikit membantu performa pendinginannya. Hal ini lebih terasa pada keadaan saat sistem dioverclock. Intinya disini, saat kita bisa memastikan bahwa kipas yang kita gunakan dapat melepas panas dari radiator watercooling yang kita pakai, kinerja pendinginannya akan menjadi lebih baik.
Perlu kami tambahkan juga, kedua kipas yang kami gunakan, baik CoolerMaster Sickleflow maupun Noctua NF-F12, tidak memberikan ekstra noise yang terlalu signifikan saat digunakan, meski dijalankan pada mode full-speednya. Bagi anda yang mencintai kesunyian, anda bisa mendapat performa lebih baik saat menggunakan 2(dua) buah kipas yang sunyi daripada satu fan kencang dan bising.
Baiklah, semoga tip ini dapat membantu anda yang menggunakan compact watercooling untuk mendapat tingkat pendinginan lebih baik lagi. Sampai jumpa!
#spesial thanks to JAGATREVIEW jakarta sumber http://www.jagatreview.com/2013/08/tips-optimalkan-watercooling-compact-anda/2/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar