Rabu, 09 Oktober 2013

PRATIKUM PTI MODUL 3 , MS WORD

haiii teman2 :)
minggu lalu kita telah melaksanakan praktikum PTI untuk pertemuaan yang ke dua... Pada saaat itu kami semua bersama asisten dosen yang bernama Bang Rio Jumardi , pada Praktikum yang mebahas progam pengolah kata Kita disuruh untuk membuat sebuah data Riwayat Hidup .. okeehh langsung gas aja yuks ke pembahasan :)


                 Daftar riwayat hidup adalah suatu keterangan jati diri yang bersifat promosi kepada perusahaan maupun instansi yang inggin di lamar karena persyaratan melampirkan Daftar riwayat hidup mutlak harus dilakukan. Surat lamaran pekerjaan dan daftar riwayat hidup adalah kesatuan yang tidak dapat di pisahkan.
Isi dari daftar riwayat hidup adalah keterangan pribadi serta latar belakang pendidikan baik formal maupun tidak formal. Dengan adanya daftar riwayat hidup maka perusahaan dapat mengetahui tentang si pelamar tersebut. Serta perusahaan atau instansi dapat menindak lanjuti terhadap surat lamaran tersebut. Apakah si pelamar akan di panggil atau tidak untuk wawancara karena surat lamaran dan dafar riwayat hidup sangat berpengaruh dalam menarik simpati perusahaan atau instansi.
Sehingga dalam membuat daftar riwayat hidup harus benar benar sesuai dengan adanya jati diri si pelamar, jangan di jadikan sebagai gagahan semata, karena berdasarkan daftar riwayat hidup itulah perusahaan akan mengetahui tentang jati diri pelamar
Isi riwayat hidup dapat dikelompokan dalam empat sampai lima sub judul :
       1. Data Pribadi
Yang perlu dicantumkan dalam data pribadi yang terpenting saja. Data pribadi dalam riwayat hidup meliputi nama, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, agama, status, dan alamat.
       2. Pendidikan
Cara penulisan riwayat pendidikan sebagai urutannya adalah sebagai berikut:
A.    Apabila pada subjudul hanya di tulis pendidikan, urutan penulisannya dapat       terbalik, dimulai dari pendidikan tertinggi, lalu menurun ke tingak yang lebih rendah.
B.     Apabila pada subjudul ditulis riwayat pendidikan, maka urutan penulisannya harus dimulai dari yang lebih tinggi dan seterusnya, sebab kata riwayat mengandung pengertian chronologis.
C.     Apabila pernah mengikuti pendidikan nonformal disamping pendidikan formal, maka menulisnya pendidikan formal dahulu, kemudian diikuti pendidikan nonformal.
4.      Pengalaman Bekerja
Untuk pelamar yang telah mempunyai pengalaman bekerja dapat menyebutkannya dalam riwayat hidup. Pengalaman tersebut disusun secara chronologis, masing-masing dimulai kapan bekerja (dari tahun berapa sampai tahun berapa , menjabat sebagai apa, dimana dan mengapa berhenti dari tempat itu)
  1. Keterangan Lain
Data yang tidak dapat dimasukan ke dalam subjudul yang sudah ada, dapat dimasukan ke dalam subjudul keterangan lain ini. Data yang masuk ke dalam keterangan laion adalah sesuatu yang tidak diperoleh melalui pendidikan formal. Keterangan yang dicantumkan hendaknya yang ada hubungannya dengan bidang yang dilamar.
Contoh penulisan Riwayat Hidup yang benar:

Gambar 1.1 Riwayat Hidup

  1.  Data Pribadi

           Data Pribadi adalah data yang berisi seperti nama, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, alamat , agama, no handphone dan status.

Contoh penulisan Data Pribadi yang benar:

Gambar 1.2 Contoh Data Pribadi
             Bullet and Numbering
              Salah satu kemudahan yang diberikan oleh microsoft word adalah fasilitas bullets dan numbering (penomoran) yang diatur secara otomatis. Fungsi ini berguna untuk memberikan uraian-uraian yang membutuhkan poin-poin ulasan. Bagaimana cara membuat Bullet and Numbering? Caranya cukup mudah, berikut langkah – langkah membuat Bullet and Numbering.
A.      Membuat simbol dengan Bullet.
      1. Tempatkan kursor pada baris atau paragraf yang akan disisipkan bullet.
       2. Klik tab Home, kemudian pada submenu Paragraph pilih tombol Bullet,                                           maka akan tampil kotak dialog sebagai berikut.

Gambar 1.3 Pilihan Bullet
      3. Klik pada tombol Bulleted, dan pilih salah satu bullet yang diinginkan.     
            4. Klik OK untuk menutup kotak tersebut.
            B.  Penomoran Baris atau Membuat Numbering
                   1. Posisikan kursor pada baris atau paragraf yang disisipkan nomor  baris.
2. Klik tab Home, kemudian pada submenu Paragraph pilih numbering.
3. Klik pada tombol Numbered dan pilih salah satu numbering .

Gambar 1.4 Pilihan Format Numbering
    Page Number
           Page Number adalah sistem nomor atau jumlah halaman. Biasanya Page Number di gunakan saat membuat tulisan atau laporan yang memuat banyak halaman.
Bagamaina caranya membuat Page Number? Caranya cukup mudah, berikut langkah – langkah membuat Page Number
1.    Pilih menu Insert, setelah itu lihat tab Header & Footer, kemudian klik Page Number.






Gambar 1.5 Pilihan Tab Header & Footer

2.    Pilih letak nomor halaman:
a.    Top of Page, untuk menempatkan nomor halaman di bagian atas (header).
b.    Bottom of Page, untuk menempatkan nomor halaman di bagian bawah (footer).
c.    Page Margins, untuk menempatkan nomor halaman di dekat marjin halaman.
d.   Current Position, untuk menempatkan nomor halaman di posisi kursor.
3.    Klik bentuk nomor halaman yang diinginkan dari galeri.
4.    Tutup header/footer dengan mengklik ganda pada area dokumen atau klik tombol Close Header and Footer.
Jika kamu ingin merubah format nomor halaman dari 1,2,3 ke format i,ii,iii, berikut langkah – langkah untuh merubah format nya:
1.    Klik ganda pada header/footer tempat nomor halaman berada untuk memunculkan Header & Footer Tools.
2.    Pada menu Design, lihat tab Header & Footer, klik Page Number, dan kemudian       klik Format Page Numbers, lalu akan muncul gambar seperti ini.


Gambar 1.6 Kotak Dialog Page Number Format
3.    Di kotak dialog Page Number Format, pada bagian Number format, klik tanda panah bawah dan pilih gaya penomoran yang diinginkan, misalnya kamu pilih i,ii,iii.
4.    Lalu klik Ok.

hehehe...segitulah post kali ini teman... :)
samapi ketemu lagi lain waktu :)



















Tidak ada komentar:

Posting Komentar